Logo dan tagline baru Yogyakarta mengandung makna dan filosofi. Berikut sedikit makna dan filosofi di balik logo baru yang menjadi rebranding Yogyakarta ini.
*) Warna merah bata (C:0 M:100 Y:100 K:10) : berasal dari warna lambang Keraton Kasultanan Yogyakarta. Simbol keberanian, ketegasan dan kebulatan tekad.
*) Font mengadaptasi aksara Jawa. Simple dan dinamis sebagai manifestasi semangat youth, women dan netizen.
*) Memuat sembilan cita-cita pembangunan Yogyakarta (Jogja Renaissance) di bidang pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga serta sektor tata ruang dan lingkungan.
*) Tagline sengaja tidak menggunakan bahasa asing karena menghadirkan kebanggaan tersendiri dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
(sumber : http://jogja.tribunnews.com/2015/02/06)  ; (Klik gambar untuk memperbesar)
PEMERINTAH DAERAH DIY
DINAS NAKERTRANS
nakertrans.jogjaprov.go.id
Jogja: Pengangguran Terbuka Menurun
 
« Kembali
Tanggal berita : Senin, 26 November 2012
Dibaca: 26955 kali


JOGJA—Pemerintah mengklaim jumlah pengangguran terbuka di Jogja menurun dibanding awal tahun lalu. Kendati penurunan jumlah pengangguran tak berkorelasi positif dengan tingkat kemsikinan di DIY yang dinilai masih tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) awal pekan ini melansir penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), berdasarkan data terakhir Agustus 2012 hanya 3,97%, turun dibanding Februari 2012 sebesar 4,09%. Namun bila dibanding periode yang sama tahun lalu posisinya masih sama di angka 3,97%. Dibanding nasional yang mencapai angka 6,14%, tingkat pengangguran di DIY dinilai masih rendah.
Kabid Statistik Sosial BPS DIY, Rachmawati menyatakan, TPT dihitung dari penduduk usia produktif di atas 15 tahun yang memang belum memiliki pekerjaan. Tingkat pengangguran tertinggi berada di Sleman sedangkan terendah berada di Gunungkidul.
“Memeng kecenderungan di daerah rural (Gunungkidul) tingkat pengangguranya rendah. Karena kebanyakan masyarakat bekerja di sektor pertanian, meski sektor ini tidak produktif. Tapi kalau di perkotaan, kalau tidak ada pekerjaan ya tidak bekerja atau menganggur,” terang Rachmawati, awal pekan ini.
Kepala BPS DIY Wien Kusdiatmono mengatakan, kendati tingkat pengangguran Jogja kecil di bawah nasional namun belum tentu kabar baik sebab angka kemsikinan di darerah ini masih tinggi mencapai 16%. Wien berpandangan, tak ada korelaisnya kecilnya pengangguran dengan rendahnya angka kesmikinan. Sebab menurutnya, banyak warga miskin yang bukan pengangguran tapi mereka tak mampu menaikan taraf hidup mereka.
“Orang miskin tetap banyak tapi mereka bekerja bukan pengangguran. Ini yang mengkhawatirkan, bekerja tapi tetap banyak yang miskin. Jadi nggak ada hubunganya angka pengangguran dengan jumlah kemiskinan,” kata Wien.
sebagaimana dkutip dari artikel di www.griya190.com 7 November 2012
sil/2012

 
 
 
Daftar Berita
 
# BIMTEK AKREDITASI LPK 2015
  21 Apr 2015 Dibaca: 1518 kali
# 320 Siswa Mengikuti Pembukaan Pelatihan di BLKPP DIY
  13 Apr 2015 Dibaca: 1883 kali
# Antusias, 507 Pendaftar Berebut Kursi Pelatihan di BLKPP DIY
  13 Apr 2015 Dibaca: 1864 kali
# Sidang Lembaga Kerja Sama Tripartit terkait May Day Nasional 2015
  10 Apr 2015 Dibaca: 1902 kali
# Tahun 2015 Kemenaker Targetkan 2 Ribu Peserta Magang ke Jepang
  09 Apr 2015 Dibaca: 1924 kali
# Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 16 Tahun 2015
  06 Apr 2015 Dibaca: 1924 kali
# Pemantauan Perusahaan Pengguna Tenaga Kerja Asing (TKA) Tahun 2015
  06 Apr 2015 Dibaca: 1919 kali
# Penerbitan Surat Pengantar Rekrut (SPR)
  06 Apr 2015 Dibaca: 39202 kali
# Yogyakarta dijadikan Lokasi Observasi Lapangan (OL) Diklat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnaker RI Tahun 2015
  02 Apr 2015 Dibaca: 1928 kali
# Seminar Ketenagakerjaan SMK Negeri 1 Saptosari, Gunungkidul
  31 Mar 2015 Dibaca: 1932 kali
Data ke 1-10 dari 164 data.
Hlm : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY
Jl. Lingkar Utara Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY
Telp. (0274) 885147   Fax. (0274) 885036