Logo dan tagline baru Yogyakarta mengandung makna dan filosofi. Berikut sedikit makna dan filosofi di balik logo baru yang menjadi rebranding Yogyakarta ini.
*) Warna merah bata (C:0 M:100 Y:100 K:10) : berasal dari warna lambang Keraton Kasultanan Yogyakarta. Simbol keberanian, ketegasan dan kebulatan tekad.
*) Font mengadaptasi aksara Jawa. Simple dan dinamis sebagai manifestasi semangat youth, women dan netizen.
*) Memuat sembilan cita-cita pembangunan Yogyakarta (Jogja Renaissance) di bidang pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga serta sektor tata ruang dan lingkungan.
*) Tagline sengaja tidak menggunakan bahasa asing karena menghadirkan kebanggaan tersendiri dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
(sumber : http://jogja.tribunnews.com/2015/02/06)  ; (Klik gambar untuk memperbesar)
PEMERINTAH DAERAH DIY
DINAS NAKERTRANS
nakertrans.jogjaprov.go.id
Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Kerja Pemda DIY
 
« Kembali
Tanggal berita : Rabu, 31 Juli 2013
Dibaca: 20254 kali


Pada tanggal 24 Juli 2013 yang lalu, dilaksanakan Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Kerja Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara tersebut diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara sosialisasi dan internalisasi tersebut menghadirkan 4 (empat) orang pembicara yaitu Arif Noor Hartanto (Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY), KRT Widyo Anindito (Ketua Dewan Penasihat Heritage DIY), KRT Jatiningrat (Mantan Sekda Sleman) dan Ibu Werdy Wulandari (mewakili Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Setda DIY). Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY mengirimkan dua wakil untuk menghadiri acara tersebut, yaitu satu personel dari Pejabat Struktural Eselon IV dan satu Staf Jabatan Fungsional Umum.

Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Kerja Pemda DIY dilaksanakan sekaligus untuk memperingati 5 (lima) tahun berlakunya Peraturan Gubernur DIY Nomor 72 tentang Budaya Kerja Pemda DIY. Budaya Kerja Pemda DIY termaktub ke dalam akronim SATRIYA yang memiliki kepanjangan:
a.    Selaras
b.    Akal Budi Luhur
c.    Teladan
d.    Rela Melayani
e.    Inovatif
f.    Yakin dan Percaya Diri
g.    Ahli Profesional

Dalam akronim SATRIYA tersebut, tersimpan tujuh asas yang merupakan nilai-nilai luhur dan diharapkan dapat selalu terinternalisasi dengan baik pada spirit aparatur negara yaitu Pegawai Negeri Sipil. Jika nilai-nilai tersebut dapat dihayati untuk kemudian dapat dipraktikkan, maka akan tercipta pemerintahan yang efektif dan efisien serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada publik.

Pemerintah Daerah maupun nasional, sebenarnya sampai saat ini sudah memulai suatu program besar yang dinamakan Reformasi Birokrasi. Reformasi Birokrasi merupakan suatu cara yang dilaksanakan secara bertahap, yang dalam hal ini dilaksanakan untuk menciptakan transformasi birokrasi. Pada dasarnya Budaya Kerja Pemda DIY, secara nilai dan tatanan telah searah dan sejalan dengan Program Reformasi Birokrasi. Transformasi Birokrasi tersebut mustahil terwujud jika tidak mengindahkan, hal-hal berikut ini:
a.    Komitmen untuk melakukan perubahan baik dalam lingkup lokal maupun nasional. Transformasi Birokrasi bukanlah suatu hal yang mudah untuk dicapai. Perlu komitmen dan integritas dari segenap komponen pemerintah, baik lokal maupun nasional untuk mewujudkannya.
b.    Paradigma Peran, Kedudukan dan Fungsi Administrasi Negara. Dibutuhkan adanya revitalisasi fungsi dan peran dalam administrasi negara agar tercipta optimalisasi hasil yang ideal, efektif dan efisien.
c.    Perumusan Kebijakan. Kebijakan yang baik juga membutuhkan regulasi yang baik serta pengambil kebijakan yang baik pula. Oleh karena itu, dibutuhkan kesatuan yang utuh serta sinergi antar berbagai pihak dalam pelaksanaannya.

Reformasi Birokrasi memiliki acuan dalam pelaksanaannya, agar terdapat suatu standar tertentu untuk dicapai. Standar tersebut terdapat dalam Desain menyeluruh Reformasi Birokrasi, yaitu sebagai berikut:
a.    Perubahan sistem birokrasi
b.    Perubahan sikap dan mental birokrasi
c.    Perubahan sikap dan mental masyarakat
d.    Perubahan mindset dan komitmen pemerintah
e.    Perubahan mindset dan komitmen partai politik

Desain menyeluruh Reformasi Birokrasi yang tercantum di atas, pada intinya harus selalu dilandasi oleh satu semangat bersama yang harus senantiasa menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas yaitu budaya birokrasi pelayanan publik. Kunci keberhasilan Reformasi Birokrasi adalah pelaksanaan good corporate governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Di dalam good corporate governance terkandung banyak komponen yang dibutuhkan dalam keberhasilannya, antara lain SDM yang berkualitas, struktur yang tepat fungsi serta kepemimpinan yang efektif. (ryp/III/310713)

 
 
 
Daftar Berita
 
# Informasi Pasar Kerja (IPK)
  07 Jul 2014 Dibaca: 8895 kali
# Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja (PTKD) bagi Semua Sektor
  04 Jul 2014 Dibaca: 8763 kali
# Penganggur berpendidikan tinggi Potensi dan Permasalahan
  03 Jul 2014 Dibaca: 7811 kali
# Pemberian Ijin Operasional bagi Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (PPJP) berdasarkan Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 Tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain.
  18 Jun 2014 Dibaca: 9406 kali
# Pameran Bursa Kerja (Job Fair) 2014 Gratis
  10 Jun 2014 Dibaca: 7925 kali
# Outbound Disnakertrans DIY di Goa Cerme
  02 Jun 2014 Dibaca: 11595 kali
# Kegiatan Penyuluhan Pembinaan & Perlindungan CTKI/TKI
  16 Mei 2014 Dibaca: 11331 kali
# Perlu Peningkatan Kapasitas Pejabat Struktural Penempatan Tenaga Kerja
  10 Mei 2014 Dibaca: 11714 kali
# Peringatan Hari Kartini Tahun 2014 di Disnakertrans DIY
  29 Apr 2014 Dibaca: 11740 kali
# Kegiatan Pemantauan Penempatan Tenaga Kerja Asing (TKA) TA.2014
  27 Apr 2014 Dibaca: 11960 kali
Data ke 21-30 dari 156 data.
Hlm :« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY
Jl. Lingkar Utara Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY
Telp. (0274) 885147   Fax. (0274) 885036